AKREDITASI PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI: BAGIMU BUMI SASANDO (WAIT RESULT)

Oleh Nur Aini*

Tidak sulit untuk menanyakan di mana kampus Universitas Nusa Lontar (Unstar) kepada masyarakat di Pulau Rote.  Disingkat Unstar, nama yang lebih populer bagi para akademisi setempat, siswa sekolah menengah atas dan para orang tua yang pernah menguliahkan anak-anak mereka di sini.  Jelas, karena hanya ini lah perguruan tinggi satu-satunya yang berdiri sejak tahun 2001 di Kabupaten Rote Ndao,  yang kala itu masih berupa kecamatan, bagian dari Kabupaten Kupang.

Sejak berdirinya Unstar yang kini memiliki delapan program studi,  terdistribusi di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Pertanian.  Sebagian besar program studi yang ada telah terakreditasi.  Dan pada Kamis 8 November 2012 kemarin, salah satu program studi pada Fakultas Pertanian menjalani proses visitasi untuk mendapatkan status akreditasi.  Program studi yang dimaksud tidak lain adalah Program Studi Agroteknologi.

Sesuai dengan visi program studi ini yaitu pada tahun 2016 menjadikan Program Studi Agroteknologi yang menciptakan mahasiswa yang cakap, terampil dan professional serta memiliki keunggulan kompetitif tentang teknologi budidaya pertanian untuk menjawab tantangan otonomi daerah, maka cukup ideal bila penulis menyebut akreditasi program studi kali ini dipersembahkan bagi Bumi Sasando.

Betapa tidak, program studi ini akan mempersembahkan putera-putera terbaiknya sebagai alumni perdana dengan gelar sarjana pertanian di kabupaten yang memiliki luas 1.731 km².  Dan bukan hal yang mudah untuk men-create  seorang sarjana pertanian di lahan pertanian yang berbasis iklim kering.  Namun hal ini tidak mustahil, karena di Prorgam Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unstar, mereka telah dididik, dibekali bahkan digemleng untuk menghadapi dunia kerja.

Sebutkan saja dalam hal kurikulum, Seluruh matakuliah yang ditawarkan (selain KKN dan SKRIPSI) berjumlah 55 Matakuliah  dengan rincian; Kompetensi Utama 40 -80 %, Kompetensi Pendukung 20 – 40%, dan Kompetensi Lain 0 – 30 %.  Proporsi SKS untuk Kurikulum Inti sebanyak  94 SKS (60%) dan Kurikulum Institusional sebanyak 64 SKS (40%). Matakuliah yang termasuk MPK sebanyak 6 Matakuliah (10%), MKK sebanyak  23  Matakuliah (38%), MKB sebanyak  17  Matakuliah (28%) MPB sebanyak 11 Matakuliah (18%), MBB sebanyak 4 Matakuliah (6%). Berdasarkan struktur ini, maka dapat diketahui bahwa matakuliah yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku berkarya mempunyai porsi yang lebih besar.

Kendala yang ada tidak lah menjadi hambatan bagi suatu achievment yaitu berupa out put sarjana pertanian yang menjadi kebanggaan bagi pihak kampus, orang tua maupun pemerintah yang akan menerima “produk” ini sebagai penggerak pembangunan pertanian di Bumi Sasando tercinta.  In waiting result, majulah Program Studi Agroteknologi, jayalah kampus Unstar.  Hope your (our) study program will be acredited with flying color (Sepenggal harapan dari guru besarku Mintarsih Adimihardja by her comment in Fb on 09th Nov 2012).

* Penulis adalah Dosen Universitas Nusa Lontar – Rote, AIMG01576-20121108-2008lumni Pascasarjana Ekonomi Sumberdaya Kelautan Tropika IPB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s